Tampilkan postingan dengan label monster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monster. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Suara Pemotong kuku

Pada hari dan jam tertentu, suara itu terdengar dari luar. Berbunyi dengan irama yang tak tentu, seperti pemotong kuku. Tetapi suara itu kian mengusik, berulang-ulang sepertinya kuku yang dipotong begitu panjang, milik siapa itu?

Belakangan, suara sayup-sayup itu berasal dari atap rumah. Memeriksa pun terlampau merepotkan. Tiap malam selalu diliputi rasa penasaran.


Iseng, siang hari menaiki loteng. Ia mendapati potongan kuku, tercecer dimana-mana. Bentuknya berbeda dengan kuku manusia, warnanya buram, bersisik.


Sosok besar, mata merah berbulu hitam dihadapannya. Masih memotong kukunya yang panjangnya sekitar satu meter.


"Hei jelek! Bersihkan engga? Aku potong sekalian lho bulumu."


Seketika, dengan gontai mahkluk itu membersihkan potongan kukunya sambil diawasi. Menunduk dan menghilang, tak berani melihat mata perempuan itu.


Jumat, 15 Oktober 2010

Jamban Berlidah Sutra

Toilet umum di pinggir terminal itu tampak selalu bersih. Meski hanya dibersihkan hanya sebulan sekali, jamban dan porselinnya mengkilat nan wangi. WC itu juga menjadi favorit penggunanya walau harus mengantri. Padahal, ada dua toilet yang lain tersedia.

Mia, sejak sebulan terakhir ini pisah ranjang dengan suaminya dan kendaraan yang biasa dipakai disita. Ia kini setiap harinya harus naik bus dari terminal. Suatu ketika, ia ingin buang hajat dan pergi ke WC itu. Gilirannya memakai, seperti ia dengar cerita dari orang-orang, WC itu benar spesial adanya.

Saat jongkok diatas jamban, tiba-tiba tubuhnya menggeliat, keasikan pula. Seperti ada sesuatu yang halus perlahan-lahan menyentuh bagian tubuhnya. Tak terasa buang hajatnya selesai, rasanya ia tak ingin mengakhiri. Dibalik toilet, jamban berwarna merah muda itu ternyata memiliki lidah sehalus sutra yang menjilat lincah, seraya memakan kotoran manusia dan sendawanya mengeluarkan bau wangi dimana-mana.
 

Sabtu, 09 Oktober 2010

Akhir Dunia

Awan menggumpal tebal. Mendung dengan gelegar petir memekik. Sungai-sungai menyusut, lautan pun berubah menjadi jurang terjal. Kapal-kapal menjadi bangkai, ikan-ikan beterbangan ke langit. Manusia panik menyelamatkan diri dan hartanya. 

Tampak sepasang kekasih yang lebih memilih berselimut sambil mengucap janji setia, ada pula terlihat tenang yang menganggap ini bencana biasa. Namun, di titik kedalaman samudera pasifik, muncul sebuah ubur-ubur raksasa dan mendekap bumi dengan tentakelnya. Itulah akhir dari kehidupan di bumi yang fana.

Garna Raditja