Sabtu, 05 November 2011

Bangun Siang


Kantor itu sepi, padahal pagi biasanya sudah terdengar lalu lalang pekerja. Pukul 07.00 terlewati hingga 10.00.
Sementara para bos-bos perusahaan datang terasa lebih awal, lantaran tak menemui karyawannya. Mereka marah besar, namun tak ada yang mendengarkan. Pasalnya, tak ada karyawan yang datang.

Sang bos juga mendapati perusahaan lain mengalami hal serupa. Diruangannya itu menelpon sekretaris, direksi pun tak ada yang mengangkat. Secara serentak, para karyawan mulai berdatangan menjelang pukul 12.00. Mereka semua mendapatkan kemarahan dari sang bos dan dihukum tak menerima gaji selama seminggu.

"Kami tak digaji, juga tidak rugi. Istirahat di rumah tak ternilai dengan gaji sebulan," ujar salah satu pekerja kepada sang bos.

Ia pun dipecat seketika itu juga. Keesokan harinya, tak ada karyawan sama sekali yang datang. Selang seminggu keadaan pun masih demikian. Sang bos membuka lowongan dengan gaji menggiurkan, tapi tak satupun ada yang melamar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar