Kamis, 03 Mei 2012

Pengagum Senja


Sudah lama aku tidak keluar dari tempat ini. Sesekali melihat diluar sana tampak terang sekali meski malam hari. Terlebih lagi pagi maupun siang, sinarnya menyakitkan.

Sesekali mengintip dari lubang kecil sebuah jendela. Entah kenapa sinar matahari hanya saat sore tak begitu silau. Malahan, aku ingin keluar untuk menikmati barang sejenak keindahan senja.

Pukul 17.20 aku nekat keluar sambil tertatih. Belum lima langkah, aku sudah lemas. Sengaja menahan diri menghentikan perilakuku ini. Tubuhku mengering, terpaksa darah ku isap sendiri. Sebelum menutup mata, aku berhasil melihat matahari tenggelam untuk terakhir kalinya, demikian juga aku berhenti memangsa manusia.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar