Sabtu, 03 November 2012

Menyuapi Kembang

Untuk makan malam dengannya, terkadang merepotkan. Tapi momentum bertemu merupakan kesempatan berharga, tidak sembarang waktu.

Aku harus mencari bahan makanan sesuai yang ia pinta. Maklum, dulu aku yang sering minta dimasakin. Masakannya selalu lezat. Kalau sudah begini, jadi terkenang saat dulu kencan terbatas karena jam malam, tapi kini bisa sampai larut.

Sepi dan gelap. Itu yang harus aku biasakan untuk saat ini. Hampir sama seperti dulu kalau kita tidak menyukai keramaian, lebih suka yang tempatnya tenang. Kali ini memang benar-benar sunyi senyap.

Sudah aku jalani ini sejak 2 tahun lalu. Aku menyuapinya kembang tujuh rupa dan membersihkan nisannya dengan air beras. Kadang, aku merasa...ahh...hanya kedinginan saja. Selebihnya, hanya ingin segera pulang setelah selesai semua.

@GarnaRaditya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar