Minggu, 11 September 2011

Ditelan Internet


Berselancar di internet adalah hobinya, namun ia tak ingin terus-terusan menghabiskan uang untuk menggunakannya di warnet. Ia kemudian membeli modem bekas melalui belanja online dari orang yang tak dikenal. Harganya cukup murah, hanya Rp 50 ribu.

Mencoba kali pertama, modem itu masih bekerja dengan baik. Bahkan koneksinya terbilang cepat. Ia gunakan kesempatan itu untuk browsing berbagai hal. Sejak saat itu ia jarang keluar rumah dan tidak bersosialisasi dengan orang lain kecuali dengan orang tuanya, itu pun hanya saat beranjak ke ruang makan dan tak saling menyapa.

Seminggu berlalu, ia merasa suntuk dan memutuskan pergi keluar saat malam untuk mencari suasana lain. Tak ada orang lain yang ia jumpai. Jalanan sepi, padahal baru pukul 19.00, bahkan di tempat yang biasa ramai juga tak ada orang sekalipun. Merasa ketakutan ia pun kembali ke rumah.

Tak disengaja ia mendapati ibunya memandangi foto dirinya yang merasa kangen, karena telah hilang selama sepekan dan tak ditemukan oleh keluarganya. Tetapi, di internet ia selalu ada, teman-temannya masih menyapa seperti biasa di sosial media.

Garna Raditja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar