Sabtu, 10 September 2011

Makhluk yang Kesepian

Sudah beberapa minggu ini, Tarja berdiam diri di kamarnya. Lantaran mengalami patah hati yang membuat dirinya tidak produktif dalam sehari-harinya dan berpikir untuk mengakhiri hidup.

Malam itu ia masih di kamarnya. Menengok jendela, menarik dirinya ke balkon sambil melihat langit. Ia berandai-andai jika bisa pergi sejauh mungkin untuk melupakan masa lalunya.

Sebuah suara mendengung, makhluk itu mengetuk jendela kamarnya. Sontak, membuat ia kaget dan ketakutan seraya teriak bertanya kepada sosok itu.

"Tenang, aku tidak menyakitimu. Maaf jika membuatmu takut. Aku hanya ingin mengobrol saja," ujar makhluk tinggi kurus itu. Tarja sendiri sedari tadi juga membutuhkan teman untuk berkeluh kesah, tapi ia semakin bingung.

Melalui pintu kamar dari balkon, makhluk itu mendekatinya. Sedangkan Tarja masih ketakutan, sambil pelan-pelan berusaha untuk menerima kedatangan makhluk itu. "Aku masih belum mengerti kenapa aku ditinggal tanpa pesan olehnya. Aku bingung entah kemana untuk melupakan perasaan ini. Aku sendiri tidak tahu aku ini dimana," keluh mahkluk itu.

Tarja mulanya kebingungan, ia pikir, makhluk ini tersesat dan mengalami hal yang sama. Beberapa menit kemudian, mereka saling bercerita mencurahkan hatinya masing-masing hingga berjam-jam hingga obrolan mereka semakin larut dari hati ke hati.

"Boleh aku ikut kamu?"

"Ya, mari kita pergi dan menyesatkan diri"

Piring terbang itu melaju kencang, meninggalkan bumi. Keinginan Tarja terpenuhi.

Garna Raditja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar