Senin, 03 Oktober 2011

Menara Kembar


Malam itu ia pulang kerja terlalu larut lantaran melembur. Memasuki lift, sendirian di ruangan sebesar 2x2m tersebut. Saat menekan tombol seraya memandangi sekeliling dalam lift. Terkadang ia merasa tidak sendirian berada disitu, pasalnya salah satu temannya pernah mengatakan hal yang seram tentang hantu gentayangan.

Untuk mengalihkan pikiran yang menakutkan itu, ia berandai-andai saat pintu lift terbuka akan berada di suatu tempat yang diinginkannya. Cling. Suara lift itu menandakan sampai di lantai dasar dan pintunya terbuka.

Tiba-tiba banyak orang berdasi dan pakaian perlente berdesakan memasuki lift, bahkan ia tak bisa keluar karena tertahan. Saat memperhatikan sekelilingnya, orang-orang itu adalah warga asing. Dalam pembicaraan diantara mereka terdengar berbahasa Amerika tulen.

Sambil kebingungan, ia keluar di lantai 20 yang tak ada dilantai kantornya. Saat memandang di kaca jendela terdekatnya, ia melihat rimba gedung pencakar langit terlihat kejauhan patung Liberty. Tertulis sebuah interior ruangan disebelahnya, World Trade Center. Ia juga melihat menara kembar satunya.

Dengan gemetaran ia menanyakan seseorang didekatnya perihal tanggal dan hari. "Sekarang hari Sabtu tanggal 11 September 2011."

Garna Raditja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar