Rabu, 05 Oktober 2011

Taman Ayah dan Ibu


Gadis kecil itu tiap sore selalu rutin menyirami taman di depan rumahnya. Ada Anggrek, Flamboyan hingga tumbuhan apotek hidup. Pesona tanaman yang berwarna-warni memancarkan keasrian rumah sederhana yang dihuninya, membuat iri para tetangga. Namun jika ada yang ingin mengambil tanamannya untuk pengobatan ia akan mengijinkan.

Belakangan, selepas menyiram ia selalu memegang tanah yang basah. Sambil memejamkan matanya, meremas dan menaburkan kembali tanah disekitarnya. Kerap membuat tetangganya bertanya-tanya terhadap hal yang dilakukan gadis berumur 14 tahun itu, terlebih lagi kini jarang melihat orang lain di rumah.

Seorang ibu muda mendekati dirinya sambil bertanya hal yang dilakukannya tiap sore. "Saya kangen Ayah dan Ibu yang berada dibawah tanah ini. Merekalah yang merawat dan memberikan makan saya sehari-hari."

Dipojok taman, wajah kedua orang tuanya yang menyatu dengan tanah itu tersenyum.

Garna Raditja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar