Senin, 03 Januari 2011

Dendam Sumiyati

Dengan sepeda onthel kesayangannya Parno bergegas pulang usai memijat langganannya di kawasan menoreh sampangan. Dirinya ingat pesan ibunya untuk segera pulang karena malam ini malam jum'at kliwon. Saat mengayuh sepedanya dan memasuki kampung pohon bambu itu tiba tiba tumbang di depannya, padahal cuaca malam ini begitu cerah dan banyak bintang. Parno yang mengendari sepeda onthel langsung berhenti mengamati pohon yang tumbang tersebut. 

"Ada yang gak beres nih ujar parno sambil mengeluarkan golok dari balik bajunya. "Eh jangan macam macam yaa," gertak parno dengan nada tinggi. Namun suara parno yang keras berubah pelan dan bergetar, ketika sekelebat bayangan putih berayunan diatas pohon bambu tersebut.."Hiiii hiiiii hiiii hiiii hiiiii hiiii", melihat penampakan hantu yg menjadi bahan perbincangan warga kalialang gunung pati. 

Hantu yang menyerupai sumiyati warga desa yang tewas dalam keadaan hamil ini,berubah menakutkan. Bagian perut nampak menganga dan berdarah, matanya melotot penuh dendam, sedang suara tangis berasal dari bayi yang selalu digendong di punggung. Melihat parno ketakutan makhluk tersebut semaikin tertawa keras memecah malam jum'at kliwon. Beruntung Parno dalam ketakutanya masih bisa lari menghindari teror kuntilanak. 

Dari cerita berkembang Sumiyati tewas dalam keadaan hamil, tubuhnya tergantung di pohon bambu, sedngkan perut nya berlobang dan janin bayi yang berusia 6 bulan juga ikut tewas terjerat usus hingga kini kematian sumiyati masih menjadi misteri se misteri penampakanya di setiap malam Jum'at Kliwon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar