Sabtu, 01 Januari 2011

Pria Kesepian

Sepulang kerja lembur, Rod bersiap untuk malam yang dinanti. Dia berencana untuk menghabiskan malam tahun baru sendiri di Simpang Lima. Pakaian perlente dan wangi, berharap dapat kenalan baru, pikirnya.

Seraya memakai sepatu Dr Martin, ia membayangkan penuh kembang api dan terumpet yang membahana dimana-mana. Pukul 23.00 ia sengaja berjalan untuk menuju keramaian yang tak jauh dari rumahnya.

Menyusuri gang dengan rintik hujan, kepalanya berteduh di topi pancing yang dikenakan. Tak ada orang di jalanan, sepi. Ia melanjutkan jalan kakinya hingga simpang lima. Senyap dan pikirannya semakin tak karuan.

Tepat pukul 00.00, suara kembang api memecah kesunyian. Terumpet memekakkan telinganya, namun dia semakin bingung karena tak ada siapapun di tengah kota itu. Sambil berlari ketakutan, ia terpeleset jatuh tak sadarkan diri.

Saat siuman di pagi hari, ia berada di tengah Simpang Lima. Melihat sampah-sampah bertebaran tetapi tetap tak terlihat satu orang sekalipun.


Garna Raditja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar