Jumat, 15 Oktober 2010

Jamban Berlidah Sutra

Toilet umum di pinggir terminal itu tampak selalu bersih. Meski hanya dibersihkan hanya sebulan sekali, jamban dan porselinnya mengkilat nan wangi. WC itu juga menjadi favorit penggunanya walau harus mengantri. Padahal, ada dua toilet yang lain tersedia.

Mia, sejak sebulan terakhir ini pisah ranjang dengan suaminya dan kendaraan yang biasa dipakai disita. Ia kini setiap harinya harus naik bus dari terminal. Suatu ketika, ia ingin buang hajat dan pergi ke WC itu. Gilirannya memakai, seperti ia dengar cerita dari orang-orang, WC itu benar spesial adanya.

Saat jongkok diatas jamban, tiba-tiba tubuhnya menggeliat, keasikan pula. Seperti ada sesuatu yang halus perlahan-lahan menyentuh bagian tubuhnya. Tak terasa buang hajatnya selesai, rasanya ia tak ingin mengakhiri. Dibalik toilet, jamban berwarna merah muda itu ternyata memiliki lidah sehalus sutra yang menjilat lincah, seraya memakan kotoran manusia dan sendawanya mengeluarkan bau wangi dimana-mana.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar