Selasa, 19 Oktober 2010

Jodoh Yang Diambil Tuhan

Tidak ada yang pernah mengira bahwa jalan hidupnya akan berlangsung seperti ini. Lila adalah salah satu bunga kampus dieranya, tapi masih tetap melajang hingga menjelang usianya yang ke 40 tahun kini. Tidak ada masal...ah dari dirinya, ia adalah perempuan berpendidikan, periang, menarik dan dari keluarga baik-baik. Semuanya normal seperti adanya perempuan kebanyakan. Ia kini adalah seorang karyawati bagian administrasi sebuah perusahaan pengepakan.

Keluarganya tak pernah kehabisan akal untuk membantunya mencarikan jodoh. Berbagai upaya terus dilakukan, tetapi selalu saja menemui kegagalan. Tiap kali ada undangan dari teman-teman yuniornya yang hendak melangsungkan pernikahan, mendadak ia menjadi seperti manusia kerdil, sendiri dan tak berarti. Ia sudah kehabisan kata-kata menjawab bertubi-tubi pertanyaan “kapan menikah..?” dan berbagai variasi pertanyaan lanjutan yang lebih terdengar seperti sebuah cibiran.

Rapat-rapat keluarga besar adalah saat-saat yang menyakitkan baginya. Karena biasanya akan berlangsung seperti sebuah sidang penghakiman. Dengan dirinya sebagai terdakwa dan tak ada satupun yang duduk dikursi pembela.

Jika sudah seperti itu, ia hanya akan diam mendengarkan dan menangis tiap kali ada pendapat yang memojokkan.  Ia kini benar-benar merasa seperti sendiri semenjak ibunya yang menjadi pelindungnya selama ini meninggal akhir tahun lalu akibat komplikasi. Dan rapat keluarga besar enam bulan yang lalu menjadi rapat keluarga yang akan terus diingat Lila sampai kapanpun. 


Ditengah perbincangan yang memanas tiba-tiba salah satu pamannya yang selama ini banyak diam menyampaikan pernyataan. “Hingga batas usianya nanti, Lila akan tetap melajang, sebab pria yang semestinya menjadi jodohnya didunia ini telah mendahuluinya diambil oleh Tuhan.”

Dedalu Digda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar