Jumat, 08 Oktober 2010

Larung Abu

Kemarin aku lewat Semanggi, tengah malam sehabis lembur. Teman-teman telah mendapatkan taxi ke tujuan mereka masing-masing, aku sendirian. Sepi. Seorang perempuan datang ketakutan meminta pertolongan karena rumahnya dibakar. Aku melihat sekitar, tak ada pembakaran, kubalikan lagi pandang dia telah menghilang. Tertinggal abu hitam di tanah dan sepucuk surat berisi "tolong, larung abuku ke lautan".

Vivid Wicaksono

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar