Sabtu, 09 Oktober 2010

"Siapa Suka Paha?"

"Bangsat, itu bagianku!!" hardik Maraeng kepada adiknya yang terlihat sedang lahap menyantap potongan besar daging segar yang masih berlumuran darah.crak...crakk..crakk..tak diduga, tanpa ampun Lingga mengayunkan parang menghajar kepala kakaknya hingga pecah berantakan.

Semburat darah dan ceceran otak berleleran disela-sela retakan tengkorak kepala maraeng yang terlihat masih berkelojotan meregang nyawa. Dengan sigap Lingga memotong paha bagian dalam kaki maraeng, bagian tubuh kegemarannya untuk dimakan. Sambil bersiul datar, Lingga menyeret tubuh kakaknya, menyejajarkanya dengan tubuh mati ibunya, bapaknya, kakeknya, dan dua orang adiknya yang bernasib sama, dipotong paha bagian dalamnya.

Eka Rudiyanta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar